Rabu, 12 Oktober 2016

Chapter 2 : Si Gadis Berambut Putih

Terdengar Suara  jejak kaki yang terlihat terburu-buru dan muncul seseorang laki-laki yang terlihat ter hela-heal datang dari kejauhan, menyadari kalau laki-laki tinggi itu yang di penuhi dengan kringat berlari kearahnya sambil membawa Keranjang bambu di punggungnya. Wajah laki-laki itu terlihat muda,meskipun wajahnya terlihat berkeringat dan tubuhnya yang terlihat kekar, berotot sampai terlihat Aneh.

Stelah Menyadari ke beradaan Orang tua,laki-laki itu mempercepat langkahnya dan menjatuhkan keranjangnya ke tanah,kecapek an.setelah beberapa lama,dia bicara “kakek,aku sudah mengisi penuh keranjang nya dengan buah  dan lari 30 putaran dengan itu di punggunku..jadi pekerjaan hari ini....”
Tiba-tiba,dia berhenti bicara,mengarah kan matanya ke arah Ye Wuchen.lalu,dia melompat  seperti
melihat monster.”Kau,kau,kau.... bangun?”

Ye Wuchen tertawa melihat ke kagetannya “kakek Chu,Siapa dia? ”

“Dia ini adalah cucuku.dia baru saja berulang tahun ke 20,dan dia yang merawatmu saat kau tidak sadarkan diri.biasanya kau seperti orang mati selama 10 tahun ini,jadi tidak perlu kaget kalau seseorang yang biasa melihatmu sadar.”

Ye Wuchen berdiri dan mengaguk “Aku Ye Wuchen,Trimakasih karena sudah menjagaku selama 10 tahun ini.”

Laki-laki tinggi itu masih kebingungan.dia memandangi Ye Wuchen dari Atas ke bawah sebelum menyadari kalau kelakuanya tidaklah sopan.Malu,dia mengosok kepalanya dan berkata ,sambil bersenyum dengan senyuman yang jujur. “aku Chu Jingtian,Eh,namaku sulit di ucapkan jadi kau bisa memanggilku Da Niu seperti lainya.”

Chu Jingtian.Jingtian,adalah sebuah julukan seseorang yang jenius.Dia pastilah bukanlah orang biasa.

Ye Wuchen tersenyum “Baiklah,aku akan memanggilmu kakak Da Niu mulai dari sekarang.”meskipun sikapnya seperti tidak tertarik.dia masih membuat semua orang senang.

“haha...”

Chu Jingtian tersenyum,agak malu,dia bukanlah seseorang yang suka berbicara.
“uhh... Adik Wuchen,biarkan aku memberikan buah ini dulu,lalu kita bisa bicara.”

Chu Jingtian memutar,menarik nafas dan berteriak sekeras yang dia bisa “Semuanya sini! Kakak Da Niu Sudah Kembali!”

Ye Wuchen kaget,Karena teriakan yang tiba-tiba itu.Telinganya juga masih terasa nyaring, Ye Wuchen melihat ke arah Chu Jingtian,dan Menyadari kalau matanya agak berubah – sangat jarang mlihat orang seperti Chu Jintian di tempat kecil,dan tersegel ini.

Tidak salah lagi kalau suara Chu Jingtian bisa terdengar dari jarak yang jauh.langsung saja,banyak suara yang datang dari kejauhan,suara itu merupakan milik para anak kecil yang lari ke arah mereka,membawa mangkok.ada box,piring batu,semua yang bisa di bawah.para anak kecil berbaris di depan Chu Jingtian dengan mata yang tidak sabar dan berteriak bersama “Hello,Kakak Da Niu.”

Chu Jingtian berdiri,sambil tersipu malu “Maaf Terlambat.aku tadi terjatuh dan agak lama bisa keluarnya.Sekarang sini,Ada banyak untuk kalian semua dan jumlahnya sama seperti yang biasa.”

Si orang tua melihat pemandangan ini di depan.ini adalah pekerjaan setiap hari Da Niu.ini melatih kelincahan dan ketahananya,dan berlatih tentang rasa bertanggung jawab.Generasi selanjutnya tidak perlu terlalu baik ,tapi yang penting juga tidak boleh jadi jahat.

Menggengam dengan kedua tanganya,Chu Jingtian memberikan buah ke setiap anak-anak,dia tentu saja puas dengan melihat wajah anak-anak yang pergi dengan wajah yang tersenyum.Ye Wuchen melihat dari samping.dia memikirkan kehidupanya sendiri saat kemudian dia merasa ada sensasi hangat yang dia rasakan seperti ada yang memandanganya.datangnya dari pohon terdekat,dan saat dia menengok ke arah situ untuk melihat,padanganya memandangan mata yang bersinar,bercahaya dan hampir tembus cahaya,mata ini di milik oleh bayangan putih yang bersembunyi di balik pohon,yang kemudian sedikit bersembunyi,mungkin kaget karena di ketahui keberadaanya.bayangan tersembut terlihat ketakutan,dan langsung lari,tapi dari pada di sebut lari,bayangan itu bersembunyi di balik phon seperti menunggu sesuatu.

Dan akhirnya anak terkhir berteriak kegirangan “Sampai Jumpa Kakak Da Niu!”dan menghilang,Chu Jingtian memegang ke dua tanganya,seperti terlihat sedih karena tidak punya lagi buah untuk di berikan ke pada semua anak,dia sudah melakukan pekerjaan ini dari dulu.di bawa ke sini saat umur 5 tahun oleh kakeknya,Chu Jingtian tidak pernah merasakan kerja keras,jadi haslinya dia adalah anak yang polos dan baik sampai terlihat menjengkelkan.

Dan saat itu sebuah bayangan putih keluar dari balik pohon dan berdiri di depan Chu Jingtian dengan kepala yang menghadap ke bawah.dia berbicara dengan nada malu “Kakak Da Niu.”

Gadis kecil ini membuat Ye Wuchen tertarik,matanya melihat ke arahnya.dia kelihatanya berumur 10 tahun,dan Ye Wuchen bisa menjelaskan dia sebagai anak yang kecil dan elok.dia memakai baju putih panjang kerut tapi terlihat bersih.apa yang membuat Ye Wuchen memandanginya adalah rambut putih nan panjanganya dan ke dua luka yang dapat membuat orang memperhatikanya.

Dua luka itu dari pojok dahi melewati alisnya lukanya seperti huruf ,mengahancurkan kecantikanya.

Chu Jingtian langsung mengambil buah yang ada di keranjang,tapi expresinya terlihat sedih dan dia mengambil buah besar seperti buah apel,malu,dia menggaruk kepalanya dan memintamaaf “Maaf adik berambut putih,kelihatanya aku salah menghitung hari ini.cuman tinggal ini yang tersisa.tapi ini yang paling besar.”

Si gadis menerimanya dan tersenyum “tidak papa,Makasih kakak Da Niu.”

Dia memandangan ke arah Ye Wuchen karena Ye Wuchen dari tadi memandanginya dan kemudian lari menghilang dari padangan.

Setalah melihat bayanganya menghilang,Ye Wuchen terlihat sedikit melamun.

“Siapa dia ?” Ye Wuchen bertanya.

Orang tau itu melihat ke arahnya dan berkata “dia muncul seminggu yang lalu,aku rasa dia baru saja masuk dan tidak bisa kembali,tapi...ah.kau melihatnya sendiri,wajahnya terlalu menakutkan,dan rambutnya juga terlihat seperti Ras yang menakutkan dahulu kala, Ras Srigala Putih.jadi,Semua orang menolak dirinya dan mengusirnya saat mereka melihatnya.tapi ,dia tidak terlihat jahat,dia masih muda,dia tidak bisa bertahan sendirian.mungkin saja buah yang dia dapat setiap malam hanyalah makanan yang dia makan.”

Ye Wuchen tetap diam dan berjalan ke arah gadis itu menghilang.Chu Jingtian memanggilnya,kebingungan “Adik Wuchen,kau mau kemana?aku masih mau dengar ceritamu.”


Pura-pura tidak mendengarnya,Ye Wuchen menghilangan dari padanganya.Chu Jingtian menggaruk kepalanya dan berguman “dia mau pipis?”

Si gadis berambut putih itu berdiri di sekitar sungai kecil,sambil membersihkan buah yang dia dapat tadi dengan air bersih.suara dari kricikan air mengarah ke arah sungai.di tengah-tengah angin yang dingin.penampilanya terlihat kesepian dan menyedihkan.

Saat dia selesai,si gadis tersebut berdiri dan mengeringkan buahnya dengan bajunya,tiba-tiba,dia merasakan ada orang dan menengok ke arah nya.kaget dengan apa yang dia lakukan,dia cuman memandang Ye Wuchen mengarah kerahnya.dia tau kalau dia yang melihatnya tadi.

Ye Wuchen secara perlahan berjalan ke arahnya dan mendanginya dengan tatapan hangat.matanya yang bersinar yang membuatnya luluh,Kesepian,Panik,Kebingungan Kepasrahan,Semua nya terlihat di Matanya yang indah.



Chapter 1 : Ye Wuchen

“Bangun,kau sudah tertidur terlalu lama...bangun...”Sebuah suara yang tidak begitu nyata masuk ke telinganya dan sampai ke dalam lautan kesadaranya.

“Siapa itu? siapa yang memanggilku?”

Dia akhirnya mmembuka matanya,apa yang bisa dia lihat hanyalah kegelapan yang tidak bisa begerak berada di sekitarnya.

“Malam?”

Tiba-tiba,kepalanya terasa mau pecah.dia memegang kepalanya lalu,dia mulai menengok ke kanan dan ke kiri.

Matanya terlihat kebingungan,tapi langsung kembali normal dan memcah kegelapan seperti tajamnya pisau,setelah penglihatanya kembali,dia akhirnya mengerti sekelilungnya.dia anak muda dengan kulit yang pucat.sekitar berumur 17 tahun atau 18 tahun,dan berbaju putih.wajahnya pucat dan tampan,dan terlihat feminim.rambut hitamnya sampai ke punggung,dan meskipun berada di kegelapan malam,rambutnya kadang-kadang mengeluarkan sebuah cahaya yang memecah kegelapan.jarinya sangat langsing dan tanganya terlihat tipis meskipun terliaht normal tapi sebenarnya sangatlah lemah.penampilanya seperti orang yang biasa di remehkan oleh orang lain dan khusunya oleh para penduduk benua tianchen,karena mereka menilai kekutan dari pada yang lainya.

“Dimana Aku?”

Dia tidak tau sudah seberapa lama dia tertidur,tapi tubuhnya kaku seperti batu,dengan berusaha kerasa,dia akhirnya bisa berdiri.untuk orang biasa,sekelilingnya pasti akan terlihat gelap.untuknya,ini seperti kegelapan hilang di ganti dengan cahaya matahari.dia sekarang berada di pondok yang kecil,garing serta jatuhnya air yang penuh dengan rasa jerami,dia sedikit mengkerut saat ada suara orang tua masuk ke dalam telinganya,dan mengerekan tubuh lemahnya,dan keluar dari pondok dengan perlahan-lahan.

Di luar terlihat seperti malam yang suram.tidak ada bulang,dan tidak ada bintang juga.seorang orang tua duduk di bawah tanah di kelilingi gelapnya malam,di kelilingi oleh 7 sampai 8 anak,mata mereka memandang ke arah orang tua itu,terfokus dengan sebauh dongeng yang orang tua itu katakan.

“Kerajaan iblis menyerang dan membuat malam petaka di seluruh benua,dan membuat orang-orang menjadi putus asa.ke empat negara yang telah lama mendambakan sebuah ke bersamaan begabung dan melawan jajahan kerajaan iblis.akan tetapi,bagaimana bisa orang biasa menang melawan para penunggu neraka?di saat benua ini sudah mencapai puncak kehancuran,para manusia tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan ke Kekerajaan saleh,dan pada saat-saat terakhir,kerajaan saleh memberangkatkan para penolong.mereka adalah 2 anak perempuan satu-satunya dari dewa.salah satu dari mereka seluruh tubuhnya putih seperti salju.rambutnya,bajunya,sayap nya juga semua putih,dia di panggil [Malaikat bersayap putih].adik perempuanya semua hitam.rambut hitam,mata hitam,bahkan sayapnya juga terlihat seperti milik pora iblis tersebut,dan karena itu dia di panggil [Malaikan bersayap hitam].”.

“menggunakan kekuatan besar mereka berdua.ke dua malaikat itu membutuh waktu 1bulan untuk membuat para iblis tersebut melarikan diri.dan akhirnya mereka bertarung melawan The Dreadlord of the Devil Kingdom di bagian utara benua.meskipun dia hanyalah salah satu dari Dead Lord kerajaan iblis,dia sudah sangat kuat dan dia yang membawa poara kawanan kerajaan iblis untuk menjajah benua ini.Pertarunganya bertahan hingga 3 hari 3 malam,tapi tidak ada yang tau siapa yang memenangkanya.apa yang kita tau itu adalah para iblis sudah melarikan diri,dan si Dreadlord dan 2 malaikat tersbut menghilang.sampai hari ini tidak ada yang tau kemana mereka pergiada yang bilang mereka menghilang bersama,dan juga ada yang bilang kalau ke 2 malaikat tersebut telah berhasil membunuh sang Dreadlord dan lalu kembali ke kerajaan para dewa.kebenaranya sampai sekarang tetaplah menjadi mister,tapi karena para iblis tidak pernah kembali lagi,ke 2 malaikat tersebut yang melindungi benua ini sekarang di ingat sebagai pelindung dari manusia oleh para genarasi ke
generasi. ”

Orang tua itu berhenti bercerita dan menatap ke arahnya.hati sang anak muda ini tiba-tiba menjadi bergejolak.meskipun dia melihat seabuah kesejukan,di cerita orang tau itu,untuk beberapa saat,dia bisa melihat dua pasang mata dingin yang seperti petir mengelilingi kegelapan.

“Kakek chu,malaikat dari kerajaan dewa,jadi mereka pasti sangatlah cantik kan?” salah satu dari anak kecil itu bertanya.pertanyaanya membuat semua anak menjadi ingin tau juga,dan mata mereka terfokus ke arah orang tua itu.

“mungkin saja,tapi tidak ada yang bisa melihat dengna jelas bagaiman wajah mereka,Manusia tidak memiliki kehormatan untuk melihat malaikat itu seperti apa.”orang tua itu berkata sambil tersenyum.
Para anak kecil itu menunjukan wajah yang kecewa,lalu,orang tua itu tersenyu,”Anakku,sampai di sini saja hari ini,kalian bisa pergi sekarang,aku akan memberitahu kalian jika kakak Da Niu kembali.”

Para anak kecil itu pergi dengan cepat,mereka bahkan tidak memberiakn salam pada orang tau ini.orang tau itu berdiri dan berjalan ke arah anak muda dengan tangan yang memegang tongkat.dan tongkat itu terlihat seperti alat bantu berdiri untuknya

“Kau Sudah Bangun.” Orang tua itu berseru dengan suara yang tenang,dan melihatnya dari atas ke bawah.

Anak muda ini mengangguk dan lalu bertanya “Di mana Aku?”

Orang tua itu menyipitkan matanya,dan berhenti sejenak tidak menjawab pertanyaan si anak muda,dan lalu dia menjawab dengan perlahan “Aku menyelamatkanmu saat kau berumur 7 sampai 8 tahun dari jurang di barat.kau tetap saja tidak bangun meskipun aku sudah menggunakan metode paling mujarab untuk menolongmu.kau sudah tidak sadar selama 10 tahun,kau tidak minum maupun makan,dan lalu tidak ada tanda-tanda kau kehilangan kekuatanmu.aku bahkan sangat terkaget saat melihatmu bisa tumbuh tinggi!aku tidak pernah melihat yang seperti ini,tapi aku sudah sangat terkaget dengan keadaanmu selama 10 tahun ini,bisa kau beritahu siapa nama dan dari mana asalmu?”

“10 tahun!?”

Anak muda ini terkaget,tapi kemudia segera tenang.dia mencoba mengingat semuanya,menahan emosi yang berada di sekujur tubuhnya.

“Siapa Nama ku? Siap aku...”

“....lahir di Hua Xia...tinggal di Jinghua......Jinghua adalah ibukota dari Hua Xia...Ayahku adalah..... Ibuku adalah... aku....”

Pecahan masa lalu mulai keluar,tapi dia gagal mengingat semuanya,dia cuman bisa mengingat kerajaan dimana dia berada dan semua tentang itu,dia juga bisa mengingat semua yang pernah dia pelajari,tapi dia tidak bisa mengingat siapa nama dan sesuatu tentang dirinya sendiri.

Mungkinkah ini Amnesia yang di pilih?dia merasa sakit kepalanya lebih menyakitkan.dia lalu menutup wajahnya dengan tanganya sampai dia mengerti apa yang ada di pikirannya.
Kenapa aku kehilangan ingatanku?apa yang aku lakukan sebelum kehilangan ingatanku?
Setelah terdiam.dia menghela nafas dan menurunkan tanganya.dan lalu melihat ke atas.munkin hanya dewa yang bisa memberi jawabnya.

Orang tua itu melihatnya dengan penuh pertimbangan.

Sebuah angin dining menghembus.angin itu mengangkat daun ke atas,yang jatuh perlahan-lahan ke bawah.tanpa ia sadari,anak muda itu mengambilnya,dan mengenggam daun itu di antara dua jarinya.dia memandang kembali ke atas langit yang tidak memiliki bulan maupun bintang.orang tua kebingungan dengan apa yang dia lakukan.

Tidak memiliki ingatan tentang dirinya yang dulu,pikiranya di takdirkan untuk mengembara seperti jatuhnya daun yang terhempas oleh angin.anak muda ini menghela nafas,membuang daun itu dan mengatakan dengan keras “aku adalah ye Wuchen!”

Orang tua itu tersenyum “apa itu namamu?”

Ye Wuchen sedikit menunjukan senyumannya “aku adalah ye Wuchen....sampai aku mendapatkan ingatanku kembali.”

“oh begitu,sayang sekali,Tapi,kau itu memang bukanlah anak muda biasa jadi kau harus cepat-cepat meningat siapa kau aynng sebenarnya.”orang tua itu berkata.

Menilai dari reaksinya,orang tua ini sudah mengerti kalau anak muda ini telah kehilangan ingatanya.dan juga tidak ada tanda-tanda ingatan masa lalu anak muda ini.kalau itu 12 tahun yang lalu,orang tua ini pasti akan membantunya untuk mencari semuanya tentang anak muda yang misterius ini.tapi sekarang dia sudah menjadi tua dan terkurung di sini selama 10 tahun.dan jadi dai sudah capek.

“Bagaimana aku memangilmu ?” Ye Wuchen menatap orang tua itu.

“Bagaimana kau memangilku?untuk roang tua sepertiku ini,sangat sulit untuk mengingat namaku sendiri,jika kau tidak keberata,kau bisa memanggilku dengna sebutan kakek Chu seperti anak kecil lainya,atau kau bsia memanggilku orang tua”dia mengatakan  itu dengan senyuman.

Ye Wuchen berpikir orang tua ini tidak mau mengatakan siapa dia sebenarnya,jadi dia berkata “Baiklah,kakek Chu,Aku pasti akan mebayar karena telah menyelamatkanku.”

Orang tua ini mengelengkan kepalanya dan duduk di dekat Ye Wuchen.lalu dia berkata “kau cuman tidur semenjak aku menolongmu.Jika kau anak muda biasa.kau pasti sudah meninggal”
Ye Wuchen juga duduk.mekipun tubuhnya kaku,dia masih bisa begerak dengan bebas.

“Apapun itu,aku masih berhutang padamu,kakek Chu,diamana kita ini?sejauh mana ini dari Jinghua?”

“Jinghua ? diaman itu?” orang tua itu menoleh kearahnya,kebingungan.

Ye Wuchen mengekerut dan bilang “Kota Jinghua adalah ibukota dari Hua Xia,buknakah ini Hua Xia?”

Meskipun kebingungan,bahasa yang mereka katakan pasti dari Hua Xia.
Orang tua itu mengelengkan kepalanya “Aku tidak pernah mendengar nama negara Hua Xia,aku sudah berkelana di seluruh benua ini saat aku masih muda,dan aku masih belum mendengar nama itu.saat seseorang kehilangan ingatan,beberapa serpihan mungkin hasil dari imajinasi.jadi mungkin semua yang kau ingat itu tidaklah nyata.”

“benarkah?”

Ye Wuchen mutup matanya dan memikirkan apa yang orang tua ini katakan.lalu dia bertanya “tempa ini di panggil apa?”

“dunia ini di bagi menjadi 5 benua dan 5 lautan.benua yang kita manusia tinggali di bri naman Tianchen.di sekelilingnya terdapat samudra Tianchen.di sini ada 4 negara yang bernama Dafeng,Tianlong,KuiShui dan Canglan.masing-masing dari mereka menempatan pojok dari setiap benua.Dafeng adalah yang opaling terkuat.Hanya dengan menggabungkan kekuatan ke 3 negara mereka bisa menandingi kekutan Dafeng.Perserikatan mereka membangun kesamaan dengan Dafeng,dan sudah tetap damai sampai hari ini. “

Kelihatanya orang tua ini menginnkan masa seperti dulu saat mengatakan hal ini,seperti jika sudah lama dia merasakan dunia seperti yang dia katakan.

Benua Tianchen ?

Pikiran Ye Wuchen terlihat kacau.lalu dimana Hua Xia dan bumi yang ada di ingatanya?apa ini semua ingatan palsu atau kah...

Dia sudah melintas dari dunia yang dia tau ke dunia baru yang tidak di ketahui!

Dia mengingat salah satu kata dari ingatanya – Penjelajah.

“Apa orang di sini bicara dengan bahasa yang sama?”Ye Wuchen bertanya.

“iya sama.”

“Diamana kita sekarang ini?”

Orang tua ini terdiam dan lalu menghela nafas.”ini adalah tempat paling utara dari Tianlong,sebuah tempat yang di lupakan dan di segel.tempat ini sudah ada semenjak dahulu kala.tempat ini sudah di ketahui oleh semua orang di Tianlong tempat dimana kau tidak bisa pergi saat kau masuk ke dalam perbatasanya.Tapi 15 tahun lalu,aku berhasil melalui pelindung yang melindungi tempat ini dengan arogan.dan aku tidak bisa kembali keluar lagi.Aku bahkan melibatkan satu-satunya cucuk,Sekarang,15 tahun itu berasa seperti terlewat dengan cepat.”

Menyadari wajah ye Wuchen yang kager.orang tua itu melanjutkan “Semenjak itu,Aku menyadari kalau di sini tidak ada yang namanya ke bencana ataupun monster di sini,tapi di sini ada Perasaan yang bisa membuat orang masuk tapi tidak bisa keluar.aku sudah mencoba beberapa kali untuk menghancurkanya tapi tidak bisa,jadi aku tinggal di sini seperti orang yang sudah terjebak di sini,Mereka tidak punya pilihan lain selain tinggal di sini.”

Wajah Ye Wuchen kaku di ketenangan ini.

Sebuah tempat yang di segel.Jika tidak ada Jalan keluar.lalu Bagaimana dia bisa mengembalikan ingatanya dan rangkaian hidupnya?mungkin dia harus hidup sama seperti orang di sini?
Tidak


TOC | Selanjutnya